Alasan Kenapa Hubungan Intim Lebih Enak Saat Musim Hujan

Hubungan intim menjadi salah satu aktivitas yang penting untuk pasangan suami istri. Aktivitas ini tak hanya untuk membuat hubungan asmara terasa semakin harmonis tetapi membuat kesehatan fisik maupun psikis lebih terjaga.

Berhubungan intim oleh suami istri memang bisa dilakukan kapan saja. Namun, musim hujan menjadi saat yang tepat untuk melakukan hubungan intim yang lebih bergelora.

Mengutip dari pulse.ng ada beberapa alasan musim hujan merupakan saat tepat untuk berhubungan intim. Berikut ini beberapa alasannya.

  1. Pelukan Untuk Kehangatan

Jelas, tubuh akan menggigil saat suasana dingin dan inilah moment yang pas untuk saling berpelukan dengan tubuh yang sama-sama kedinginan untuk mencari kehangatan dari pasangannya.

  1. Meningkatkan Keintiman Hubungan

Ketika malam datang dengan hujan, akhir pekan yang terus diguyur hujan berjam-jam dan kita terkurung di rumah tidak bisa kemana-mana. Suasana yang sempurna, suhu udara yang sempurna, dan derai hujan di atas menyediakan musik alami. Suasana relask yang bisa membangunkan gairah.

  1. Suasa Romantis

Siapkan sesuatu yang sangat romantis ditengah suara guntur, kilat, dan hujan. Seperti menyalakan lilin beraroma saat hujan. Berhubungan intim saat hujan tentunya bukan hanya soal melawan flu, tetapi juga bisa sangat romantis.

  1. Sesuatu yang berbeda

Hujan mampu menciptakan sensai unik dan menggairahkan bagi pasangan suami istri. Gairah akan berkali-kali lipat saat cuaca dingin terutama di musim hujan. Tubuh akan lebih rileks dan tak mudah lelah jika harus melakukan hubungan intim dengan durasi lama.

Jadi buat kalian yang sudah menikah. Itulah alasan kenapa hubungan intim di musim hujan terasa makin menyenangkan dan spektakuler.

DO’A MENGGAULI ISTRI

Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam mengajarkan satu do’a khusus ketika seseorang hendak melakukan hubungan suami istri

 

بِاسْمِ اللَّهِ، اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

BISMILLAH, ALLAHUMMA JANNIBNAS-SYAITHAAN WA JANNIBIS-SYAITHAANA MAA RAZAQ-TANAA

“Dengan (menyebut) nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezki yang Engkau anugerahkan kepada kami.” (HR. Bukhari no. 141 dan Muslim no. 1434)