BERUNTUNG KARENA NIAT

beruntung karena niat

بسم الله الرحمن الرحيم

 

حَدَّثَنَا الْحُمَيْدِيُّ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الزُّبَيْرِ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ الْأَنْصَارِيُّ قَالَ أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيُّ أَنَّهُ سَمِعَ عَلْقَمَةَ بْنَ وَقَّاصٍ اللَّيْثِيَّ يَقُولُ سَمِعْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَلَى الْمِنْبَرِ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ إِلَى امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

Telah menceritakan kepada kami Al Humaidi Abdullah bin Az Zubair dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Sufyan yang berkata: bahwa Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa’id Al Anshari berkata: telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Ibrahim At Taimi, bahwa dia pernah mendengar Alqamah bin Waqash Al Laitsi berkata: saya pernah mendengar Umar bin Al Khaththab diatas mimbar berkata: saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ” Semua perbuatan tergantung niatnya, dan (balasan) bagi tiap-tiap orang (tergantung) apa yang diniatkan, Barangsiapa niat hijrahnya karena dunia yang ingin digapainya atau karena seorang perempuan yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah kepada apa dia diniatkan.” (Shahih Bukhari : 1)

Di dalam berniat tentunnya kita memiliki tujuan tentang apa yang akan kita amalkan, dan amalan itu sendiri, ada amalan baik dan ada amalan buruk. Disaat kita berniat melakukan amalan baik disitulah kita sudah beniat melakukan kebaikan begitu juga sebaliknya.

حدثنا أبو معمر حدثنا عبد الوارث حدثنا جعد بن دينار أبو عثمان حدثنا أبو رجاء العطاردي عن ابن عباس رضي الله عنهما

عن النبي صلى الله عليه وسلم فيما يروي عن ربه عز وجل قال قال إن الله كتب الحسنات والسيئات ثم بين ذلك فمن هم بحسنة فلم يعملها كتبها الله له عنده حسنة كاملة فإن هو هم بها فعملها كتبها الله له عنده عشر حسنات إلى سبع مائة ضعف إلى أضعاف كثيرة ومن هم بسيئة فلم يعملها كتبها الله له عنده حسنة كاملة فإن هو هم بها فعملها كتبها الله له سيئة واحدة

Telah menceritakan kepada kami Abu Ma’mar telah menceritakan kepada kami Abdul warits telah menceritakan kepada kami ja’d bin Dinar Abu Utsman telah menceritakan kepada kami Abu Raja’ Al ‘Utharidi dari Ibnu Abbas radhilayyahu’anhuma, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang beliau riwayatkan dari rabbnya (hadis qudsi) Azza wa jalla berfirman, yang beliau sabdakan: “Allah menulis kebaikan dan kejahatan, ” selanjutnya beliau jelaskan: “siapa yang berniat kebaikan lantas tidak jadi ia amalkan, Allah mencatat satu kebaikan disisi-Nya secara sempurna, dan jika ia berniat lantas ia amalkan, Allah mencatatnya sepuluh kebaikan, bahkan hingga dilipatgandakan tujuh ratus kali, bahkan lipatganda yang tidak terbatas, sebaliknya barangsiapa yang berniat melakukan kejahatan kemudian tidak jadi ia amalkan, Allah menulis satu kebaikan disisi-Nya secara sempurna, dan jika ia berniat kejahatan dan jadi ia lakukan, Allah menulisnya sebagai satu kejahatan saja.” (Shahih Bukhari: 6491)

Ibnu Rajab Al Hambali berkata, “Yang dimaksud ‘hamm’ (bertekad) dalam hadits di atas adalah bertekad kuat yaitu bersemangat ingin melakukan amalan tersebut. Jadi niatan tersebut bukan hanya angan-angan yang jadi pudar tanpa ada tekad dan semangat.”(Jaami’ul Ulum wal Hikam, 2: 319).

Dijelaskan dalam riwayat yang lain yang maknanya sama

حدثنا قتيبة بن سعيد حدثنا المغيرة بن عبد الرحمن عن أبي الزناد عن الأعرج عن أبي هريرة

أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال يقول الله إذا أراد عبدي أن يعمل سيئة فلا تكتبوها عليه حتى يعملها فإن عملها فاكتبوها بمثلها وإن تركها من أجلي فاكتبوها له حسنة وإذا أراد أن يعمل حسنة فلم يعملها فاكتبوها له حسنة فإن عملها فاكتبوها له بعشر أمثالها إلى سبع مائة ضعف

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id telah menceritakan kepada kami Mughirah bin Abdurrahman dari Abuz Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Allah berfirman: ‘Jika seorang hamba-Ku ingin melakukan kejahatan maka janganlah kalian catat hingga Ia melakukannya, dan jika ia melakukannya maka catatlah semisalnya. Jika ia meninggalkannya karena Aku maka catatlah kebaikan baginya, dan jika ia berniat melakukan kebaikan sedang ia belum melakukannya maka catatlah kebaikan baginya, dan jika Ia melakukannya maka catatlah sepuluh kebaikan baginya, bahkan hingga tujuh ratus kali lipat’.”

Dalam hadits ini menjelaskan begitu besarnya kasing sayang Allah terhadap hambanya, dimana Allah Azza wa Jalla  memberikan pahala kepada hambanya sevara sempurna hanya karena hambanya sudah berniat, dan ditambah dikali lipatkan ketika sudah melakasanakannya.

قال ابن بطال رحمه الله: في هذا الحديث بيان فضل الله العظيم على هذه الأمة؛ لأنه لولا ذلك كاد لا يدخل أحد الجنة؛ لأن عمل العباد للسيئات أكثر من عملهم الحسنات

Ibnu Bathal Rahimahullahu telah berkata: dalam hadits ini menjelaskan bahwa kasing sayang (karunia) Allah besar terhadap umat (hamba-Nya): kalaulah bukan karena karunia-Nya  (yang besar)taka da satupun yang masuk ke surga, karena amalan hamba-Nya (manusia) lebih banyak beramal kejelekan (keburukan) dari pada kebaikan.   (Fathul-Bari 11/336 ح 6491).

أخبرنا هارون بن عبد الله قال حدثنا حسين بن علي عن زائدة عن سليمان عن حبيب بن أبي ثابت عن عبدة بن أبي لبابة عن سويد بن غفلة عن أبي الدرداء

يبلغ به النبي صلى الله عليه وسلم قال من أتى فراشه وهو ينوي أن يقوم يصلي من الليل فغلبته عيناه حتى أصبح كتب له ما نوى وكان نومه صدقة عليه من ربه عز وجل

Telah mengabarkan kepada kami Harun bin ‘Abdullah dia berkata: telah menceritakan kepada kami Husain bin ‘Ali dari Zaidah dari Sulaiman dari Habib bin Abu Tsabit dari ‘Abdah bin Abu Lubabah dari Suwaid bin Ghafalah dari Abu Ad Darda’ yang sampai kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda:

“Barangsiapa yang hendak tidur dan ia berniat untuk shalat malam, lalu ia tertidur hingga datang waktu subuh maka ia mendapat pahala apa yang ia niatkan, dan tidurnya adalah sedekah baginya dari Allah Azza wa Jalla.”  (An- Nasai No. 1718)

الشيخ سليمان الرحيلي : إن نوى أن يصلي إحدى عشرة ركعة كتب له أجر إحدى عشرة ركعة، إن نوى أن يصلي سبع ركعات كتب له أجر سبع ركعات

            Syaik Sulaiman Al- Rahaili : Jika dia telah berniat shalat sebelas rakaat dicatatkan pahala baginya shalat sebelas rakaat, jika dia berniat shalat tujuh rakaat dicatatkan baginya pahala tujuh rakaat .

Maka teman-teman yang hatinya dan juga raganya beriman, mari kita niatkan sebelum tidur untuk bisa bangun di sepertiga malam melaksanakan shalat, tentunya bukan hanya sekedar angan-angan belaka tapi kita memang benar-benar ingin melaksanakannya, dan bukan hanya niat untuk tahajud saja tapi kita niatkan juga membaca Al-qur’an, sedekah, haji, adapun nanti tidak sesuai dengan rencana kita tapi tentunya kita sudah berusaha, maka Allah akan mengganjar kita dengan pahala insyaa Allah . Wallahu a’lam

Be the first to comment

Tinggalkan Jejak