Cukup Metromini Saja yang Ugal-ugalan, Bapak Yasonna Jangan!

Yasonna Laoly ugal-ugalan

REBAHANDULU.COM – Pergerakan dari Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly tak diduga-duga. Misalnya, ketika KPK gagal menggeledah kantor DPP PDIP tiba-tiba Yasonna hadir membentuk tim hukum PDIP dan menyatakan jikalau prosedur penggeledahan itu salah. Kadung terlalu mencintai partai, beliau sampai lupa bahwa jabatannya sekarang adalah Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia. Kurang elok rasanya seorang Menteri masih mengurusi urusan partai.

“Saya ketua DPP-nya, membentuk tim hukum. Waktu kami bentuk, saya umumkan, itulah tugas saya. Saya meninggalkan pekerjaan saya sebagai Menteri Hukum dan HAM,” kata Yasonna

Beberapa hari setelahnya, ujug-ujug ia rapat di DPR, dan beberapa wartawan kembali menanyai kasus Harun, ia enteng menjawab: “Saya Menkumham sekarang.”

Diperlukan ketebalan muka di atas rata-rata jika ingin berperan sebagai dua tokoh secara bersamaan, betul tidak pak?

Pergerakan terbaru dari Kemenkumham ialah mencopot Direktur Jenderal Imigrasi Kemenkumham Ronny F. Sompie. Pencopotan ini berkaitan dengan gagalnya imigrasi melacak lalu lintas Harun Masiku, eks caleg PDIP tersangka suap Komisioner KPU Wahyu Setiawan. Harun diduga memberi uang Rp.400 juta ke Wahyu agar diloloskan sebagai anggota dewan lewat mekanisme pergantian antar waktu (PAW).

Ditjen Imigrasi, Ronny F. Sompie menyatakan Harun Masiku sudah melarikan diri ke Singapura pada 6 Januari, sebelum ditetapkan tersangka oleh KPK pada 9 Januari, sehingga pihak imigrasi gagal mengamankan Harun. Ini yang membuat Yasonna berkukuh jika Harun Masiku masih di luar negeri dan belum kembali ke Indonesia. Sampai laporan Tempo menunjukkan hal sebaliknya: berdasarkan pantauan CCTV, Harun Masiku terbukti pulang ke Indonesia pada 7 Januari melalui Bandara Soekarno-Hatta menggunakan Batik Air.

“I swear to God, itu error.” Kata Yasonna.
Sikap Yasonna yang mencopot anak buahnya karena salah memberi informasi terkait keberadaan Harun Masiku menuai banyak kritikan.

Sangat ironis memang apa yang terjadi pada Yasonna, di satu sisi dia adalah Menteri Hukum dan HAM seharusnya beriringan bersama KPK yang memiliki tugas yang sama, yakni penegak hukum. Tetapi disisi lain ia adalah petugas partai yang teramat sangat mencintai partainya, PDIP.

Bak ditelan oleh bumi, sosoknya menghilang dan menjadi perdebatan tentang dimana keberadaannya saat ini. Apakah pergi ke luar negeri atau berada di Indonesia? Apakah memang bersembunyi atau disembunyikan?

Semoga saja sekarang bapak Menteri Hukum dan HAM bisa bersinergi bersama KPK dalam hal penegakkan hukum. Bukan malah “terkesan” menghambat KPK dalam membongkar kasus yang melibatkan eks anggota partainya.