FILOSOFI ROMPI TAHANAN KPK: PENDUKUNG TIMNAS BELANDA ATAU FANS FANATIK K-POPERS?

filosofi oranye

Saya seorang yang begitu menyukai warna oranye karena bagi saya oranye itu memiliki banyak arti yang positif, seakan akan memberi kesan semangat sekaligus hangat dan oranye merupakan simbol dari petualangan, optimisme, percaya diri dan pandai bersosialisai. Itulah mengapa jutaan orang di muka bumi termasuk saya yang saat ini sedang memakai baju oranye. I am orange!

 

Tidak hanya itu warna oranye juga konon sesekali dapat mengingatkan kita pada kenangan kenangan manis dengan si dia yang kebetulan juga penyuka oranye dan mampu menarik perhatian orang lain karena dianggap ramah dan tidak mengintimidasi seperti warna merah.

 

Di tambah lagi oranye juga merupakan warna khas dari pemeran utama film favorit saya yang tak pernah saya lewatkan dari mulai libur lebaran sampai natal dan tahun baru, yaitu Finding nemo. Nemo lovers mana suaranya???

Sebenernya film favorit kedua setelah Home alone sih. Kevin lovers mana suaranya???

 

Begitu terobsesi dengan warna oranye, iseng iseng saya searcing di internet tentang apa saja yang menjadikan warna oranye sebagai ciri khasnya, ternyata banyak juga mulai dari warna ikan koi , warna costum tim sepak bola Belanda, kemudian warna tim sepak bola persija kebanggaan ibukota sampai yang terakhir menjadi warna costum yang di pakai oleh boyband asal korea yakni IKON ketika mengisi sebuah acara konser. K-popers mana suaranya???

Namun semakin saya scroll kebawah ada satu sosok yang begitu misterius karena orang tersebut menghadap belakang sambil mengenakan rompi warna oranye dengan beberapa tulisan. Penasaranlah  kemuadian saya buka dan zoom untuk memperjelas tulisannya. Alih alih dalam angan seorang superhero yang misterius setelah di zoom ternyata rompi oranye itu bertuliskan tahanan KPK.

 

Obsesi saya tentang warna oranye seakan akan hancur seketika, tak semangat lagi, dingin, tak ingin berpetualang, pesimis, serta tidak percaya diri dan malas bersosialisai berbeda seperti kesan sebelumnya. Ditambah dengan kenangan buruk dengan si dia tiba tiba muncul dari alam bawah sadar saya. Mengingatkan kembali saat saat dia memutuskan pergi dari saya hanya gara gara saya memakai nuansa oranye oranye dari mulai atas sampai bawah saat menghadiri pesta ulang tahunnya. Tak ada masalah sih sebenarnya dengan costum oranyenya saya, hanya saja saya khilaf dengan memasang selempak warna hitam di luar celana oranye saya. Superman lovers mana suaranya???

 

Tak pikir panjang saya lepaskan juga baju oranye yang sedang saya pakai dan mulailah logika logika buruk menghampiri, membuat saya berfikir aneh aneh bahwa ternyata nemo itu hanya sekedar ikan hias yang kecentilan berenang di laut kemudian maen petak umpet sama bapaknya,  timnas Belanda yang kehabisan ide gara gara stok warna costum sudah habis oleh negara lain, begitupun boyband IKON yang mengenakan warna oranye sebagai warna cadangan karena costumnya ketinggalan di bandara.

 

Dan apa yang menyebabkan semua rusak, yakni hanya sekedar rompi oranye bertuliskan TAHANAN KPK. Dimana saya berusaha mencari arti lain dari kepanjangan KPK hanya saja tidak bisa dan kembali pada arti sesungguhnya yakni Komisi Pemberantasan Korupsi. Yes, He is a corruptor!

Koruptor merupakan sifat tamak atau rakus seorang manusia dimana tidak merasa puas atas pencapaiannya sehingga menyalahgunakan wewenang kekuasaan dan menghalalkan segala cara demi menuntaskan hajat pribadinya dengan mengorbankan kepentingan bersama (rakyat).

 

Seketika pikiran saya berontak dan mempertanyakan kebijakan KPK mengapa harus warna oranye yang di pakai sebagai ciri khas warna rompi tahanan KPK. Filosofinya apa pak? Apakah ada alasan lebih jelas? Sampai sampai merusakan semua hasrat para pecinta oranye. Bapak KPK juga harus ingat ya oranye itu merupakan warna kebanggan tim ibukota Persija Jakarta. Hmmm  Saya tidak terima karena harusnya oranye itu menggambarkan kegembiraan di setiap momennya. Setuju gak JAK?

 

Masih tak habis pikir saya pun duduk untuk menenangkan pikiran saya sendiri dan berwudlu agar amarah saya mereda. Pelan pelan saya meraih baju oranye saya dan melihat kembali layar laptop yang masih menampilkan gambar rompi oranye bertuliskan tahanan KPK. Saya mencoba rasional dan bijak menghadapi masalah ini dan mulai radikal memikirkan alasan dan penyebabnya.

 

Alhasil setelah di pikir pikir dan di renungkan secara seksama ternyata KPK itu niatnya baik. Mengapa demikian? mungkin karena warna oranye yang memang memiliki arti positif sehingga ketika di pakai oleh seorang koruptor akan menjadi bahan perhatian publik dengan harapan pantulan cahaya positif warna oranye dapat menjadikan koruptor menjadi sosok yang tadinya tamak dan rakus menjadi hangat, senang berpetualang, optimis, percaya diri dan pandai bersosialisasi. Tak lupa juga ketika koruptor itu mengenakan rompi berwarna oranye seakan akan kenangan kenangan yang indah kembali menghampiri. Yes kenangan kenangan indah sebelum di tetapkan menjadi tersangka korupsi dan akan memulai kenagan kenangan buruk di sel tahan.

Karena tidak ada alasan yang jelas mungkin intulah asumsi saya yang boleh saja di pakai sebagai filosofi rompi  berwarna oranye milik tahanan KPK.

 

Ngomomg-ngomong selamat juga ya kepada saudara Wahyu Setiawan selaku komisioner KPU yang telah sah mengenakan romi oranye khas tahanan KPK sekaligus di tetapkan sebagai tersangka kasus korupsi berupa menerima suap ketika pemilu tahun 2019. Satu pesan saya buat saudara Wahyu Setiawan, terbukalah dan jangan mau masuk sel sendirian. Selamat berpetualang, tetap optimis dan percaya diri seperti kesan yang di tampilkan warna rompi Anda.