Ghosting hanya mitos. Kamu cuma lagi piknik aja

ghosting

Enggak ghosting kok, cuma butuh piknik aja.

Hubungan dua sejoli selalu mengalami fase kemajuan dan kemunduran. Tak jarang dari fase tersebut lahirlah istilah yang dipakai dalam hubungan yang mereka jalani. Dari mulai LDR (long distance relationship), kemudian HTS (Hubungan tanpa status) dan yang kini ramai di pakai adalah istilah GHOSTING.

Belakangan ini seiring majunya dunia permedsosan banyak muncul istilah istilah baru tak terkecuali dari ranah percintaan khusunya di kalangan remaja.

Istilah Ghosting sendiri kini hampir dapat di temui di bagian medsos mana saja entah itu facebook, instagram, twitter dan lain lain.

Sempat terpikir oleh saya jika Ghosting itu gambar yang menampilkan hantu di tv ataupun layar ponsel, makanya saya bingung, ini orang pacaran kok bahas bahas ghosting apa mungkin sekarang bukan tuker tukeran hadiah lagi tapi tuker tukeran gambar hantu seperti pocong, genderewo, valak atau poster vexana dalam game mobile legend.

Mengingat ghosting ini rame di kalangan remaja usia usia 17 sampai 20an dan usia saya kini hampir menginjak kepala tiga, saya sadar dan gak mau terjebak dengan istilah aneh kaum bocil kali ini. Dan ternyata benar persepsi saya dan mereka tentang ghosting adalah berbeda.

Setelah diamati secara seksama dengan mengumpulkan banyak data, ternyata ghosting yang mereka maksud adalah seseorang yang mengakhiri hubungan secara tiba tiba tanpa ada penjelasan dan komunikasi sebelumnya. Lebih seram daripada ghosting yang saya pikirin sih ya.

Dengan hal tersebut saya memiliki asumsi, bahwa seiring dengan munculnya istilah ghosting, maka zaman sekarang sering juga seseorang yang di tinggal pas lagi sayang-sayangnya tanpa ada kejalasan masalahnya. Jaaaah, itu sih bukan cuma di kalangan remaja, tapi kita juga yang hampir menginjak kepala tiga. Bahakan lebih menyeramkan lagi toh dek.

Adek dighosting umur adek masih 17an jelaslah masih jauh perjalanan adek, lagian fokus dulu belajar biar pinter biar nanti enggak kena ghosting dek. eh.

Lah sedangkan kakak yang hampir usia 30 ini masih aja ada yang ngeghostingin. Janji nemenin dari enol eh tiba-tiba ghosting, janji nikah dulu baru sukses eh tiba-tiba ghosting, terus janji minggu depan di kenalin ke orang tua eh ghosting lagi seghosting-ghostingnya. Kompleks dek, adek mau ngertikan?

Bila demikian pengertianya maka saya katakan Ghosting itu KEJAM!

Ada banyak teori psikologi yang mengatakan bahwa ghosting yang dimaksud tersebut lebih kejam daripada berterus terang memutuskan hubungan. Rasa sakit karena ghosting disebabkan karena biasanya seseorang yang telah membuat hubungan emosional atau bermakna selalu merasa pasangannya peduli dengannya.

 

Jadi, ketika dia tiba-tiba tidak peduli lagi, kamu merasa bingung, tertekan, sakit dan emosimu terkuras habis.  Yang tersisa adalah lubang ketidaknyamanan yang membutuhkan banyak jawaban. Kampret kan, Dia pikir kita masih peduli. Padahal enggak. Enggak salah lagi 🙁

Tindakan ghosting ini membuat korbanya begitu sakit dan dilema. Sakit karena ditinggal begitu saja dan dilema karena korban mikir apa yang salah dengan dirinya yang pada akhirnya menyalahkan diri sendiri dan itu tidak baik wahay kalian para hantu !

Namun yang bikin saya penasaran apa saja sih kira kira alasan mereka yang memilih ghosting?

Setelah difikirkan dengan seksama setidaknya ada empat alasan mereka melakukan ghosting;

Pertama, Pasangannya memang tidak benar benar bisa berkomunikasi, biasanya rusak atau hilangnya alat komunikasi dan kondisinya tidak memungkinkan juga untuk bertemu.

Kedua, Fokus memperbaiki diri karena merasa dalam setiap hubungannya tidak ada yang hal baik.

Ketiga, Bergantinya prioritas dari hubungan melulu menjadi belajar melulu atau lain-lain.

Keempat, Merasa tidak cocok dan bila terus dijalani akan menyebabkan banyak masalah.

Kelima, Ada sosok pihak ke tiga yang muncul dalam hubungan, kalo enggak orang baru ya pasti orang lama.

Dari kelima alasan tersebut yang paling menyeramkan pasti yang kelima. Mengapa menyeramkan? Subjektif sih ya karena saya mengalaminya sendiri. Curhat dong mah…

Pernah suatu ketika saya dekat dengan seorang gadis yang membuat saya sempat berfikir dan berniat untuk menjadikan gadis ini sebagai yang disakralkan dalam perjalanan asmara saya.

Bukan tanpa alasan ya dan enggak asal liat cantik aja tapi juga melihat sikap dan tanggung jawabnya yang begitu luhur. Karenanya maka tidak lama untuk membangun prinsip dan komitmen antara saya dengan gadis itu.

Banyak hal yang di bahas juga, dilalui dengan kedekatan kita yang begitu intens sampai-sampai tidak pernah satu hari pun tanpa kabar dan tanpa melihatnya meskipun lewat smartphone.

Singkat cerita si gadis tersebut tadinya selalu rajin memberi kabar dan rajin bertemu dilayar, sepagi dan semalam mungkin. Tiba-tiba menghilang tanpa sehuruf kata ‘P’ pun.

Tiga hari pertama masih saya anggap tidak apa-apalah mungkin sedang sibuk karena tugas dan tanggung jawabnya. Namun setelah berminggu-minggu membuat saya menjadi penasaran. kemana dan ada apa?

Maka inisiatiflah saya untuk menanyakan kabarnya sebari dalam hati terasa enggak enak karena takut dia benar-benar sibuk dan malah mengganggunya. Namun, setelah saya kirim pesan tersebut hanya ceklis satu. Semakin dibuat penasaran lagi setelah sadar foto profilnya tidak muncul sejak hari pertama ga ada kabar. Saya coba juga lihat media yang lain ternyata sama. Pikir saya mungkin saya memang di blokir.

Singkat cerita lagi, setelah satu dua bulan berlalu dan masih ada rasa penasaran di benak saya dan sempat menyalahkan diri atas menghilangnya gadis tersebut tiba-tiba. Secara tidak sengaja saya menemukan bentuk wajah dan rupa dia dalam bentuk foto juga video bersama seorang lelaki sedang berlibur di luar pulau.

Saya berusaha untuk baik sangka dengan lelaki tersebut, barangkali bapakanya atau saudaranya. Ternyata bukan. Saya kenal betul jika dia adalah mantan kekasihnya.

Lalu apa yang terjadi dengan saya? Saya biasa saja tapi sedikit sakit, sedikit senang juga ternyata bukan saya inti masalahnya. Dan tentu saja saya tetap baik sangka bahwa dia enggak ghosting kok, cuma butuh piknik aja.

Namun malam harinya saya berfikir untuk benar-benar membuatnya ghosting permanen.