Hakikat Takwa dan Buah dari Ketakwaan

hakikat takwa dan kiamat

“Dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa” (QS 3:133), “barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar dan memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangkanya” (QS 65:2-3).

Takwa, yang ahlinya akan mendapatkan surga dan membersihkan kemusyrikan hingga ke bagian yang terkecil dan dosa yang lebih rendah daripadanya, yaitu setiap dosa yang di larang oleh Allah. atau menyianyiakan apa yang telah diwajibkanNya. Dan jangan lupa, ketika Allah berwasiat untukmu bertakwa seperti orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu.

Dalam sebuah hadist diriwayatkan bahwa di hari kiamat nanti ada suara yang menyeru “wahai hamba-hambaKu, tidak ada kekhawatiran pada kalian dan tidak pula kalian bersedih hati”, maka semua makhluk berkata “kami adalah hamba Allah”. Untuk kedua kalinya suara itu memanggil, :meereka yang beriman kepada ayat-ayat Kami dan mereka itu orang-orang yang Islam”, maka orang-orang kafir menundukan kepalanya. Hanya orang-orang yang mengesakan Allah lah yang masih mengangkat kepalanya. Lalu ketiga kalinya suara itu memanggil, “mereka itu orang-orang yang beriman dan selalu bertakwa.” Dengan panggilan ketiga ini orang-orang yang melakukan dosa besar menundukan kepalanya dan hanya tersisa orang bertakwa dengan kepala yang terangkat. Allah yang maha pemurah dan maha penyayang telah menghilangkan rasa khawatir di hatinya seperti yang dijanjikanNya.

Takwa asalnya itu dari rasa takut dan hati-hati kepada Allah, dalam firmannya: “dan bagi orang yang takut akan menghadap tuhannya, ada dua surga” (QS 55:46). “dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya” (QS 79:40), sudah jelas bahwa Allah memberitahu bahwa takut ada sebelum takwa.

Ketika seorang teman menyuruh untuk berhati-hati dari suatu hal maka mengatakan, “awas mobil!”, “awas jatuh!”, “awas sumur!”, “awas tenggelam!”. Maksudnya jelas, waspadalah dan jauhilah apa yang diperingatkan padamu.

Manakala dasar ketakwaanmu kepada Allah adalah rasa takut kepadaNya, Allah menjanjikan keamanan sebagai kompensasi dari rasa takut akan siksaNya. Allah berfirman: “sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam tempat yang aman (QS 44:51). Dalam ayat lain: “maka apakah orang-orang yang dilemparkan ke dalam neraka lebih baik ataukan orang-orang yang dating dengan aman Sentosa pada hari kiamat? (QS 41:40).

Berkaitan dengan ini ada sebuah riwayat hadist bahwasannya Allah di hari kiamat berfirman: “demi keagunganKu dan kemurahanKu, pada hari ini, Aku tidak akan mengumpulkan kepada hambaKu dua rasa aman dan dua rasa takut. Barangsiapa yang merasa takut kepadaKu di dunia, maka hari ini Aku akan berikan kepadanya rasa aman. Dan barangsiapa merasa aman dariKu ketika di dunia, maka hari ini aku akan timpahkan kepadanya rasa takut” (Majma’ az-Zawa’id, Juz 10/308).

Lalu, bagaimana sikapmu mengenai ini?

Pada saat itu keadaan hatimu tidak akan terlepas dari satu diantara dua. Pertama, hati yang merasa aman karena rasa takut kepada Allah ketika di dunia. Hatinya berbunga-bunga karena bisa mendengar Allah memberinya kabar gembira dan membuatnya Bahagia. Melihat hasil yang dituai dari jerih payahnya bersabar, dan mendapatkan keistimewaan dari Allah dengan diberinya rasa aman dan ridha dari semua makhluknya pada hari kiamat.

Kedua, rasa takut pada hatinya karena merasa aman kepada Allah ketika di dunia. Hati yang ketika di dunia lalai, terpedaya dengan rasa aman, hati menjadi ciut, dikungkung oleh kesedihan, ketika melihat kejelekan yang menjadi konsekuensi dari kelalaian dan keterpedayaannya. Dalam hantinya yakin bahwa kemarahan Allah pasti menimpanya dan tidak akan selamat dari siksaNya. Inilah akhir dari dua hati yang merasa takut dan aman di hadapan Allah.