Jangan Pernah Remehkan Niat Seseorang

Close up Coins in glass jar for giving and donation concept

Selamatnya (benarnya) Hati dengan selamat (benarnya) amal, Selamatnya amal dengan selamatnya (benarnya) niat.

 

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.

 

حَدَّثَنَا الْحُمَيْدِيُّ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الزُّبَيْرِ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ الْأَنْصَارِيُّ قَالَ أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيُّ أَنَّهُ سَمِعَ عَلْقَمَةَ بْنَ وَقَّاصٍ اللَّيْثِيَّ يَقُولُ سَمِعْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَلَى الْمِنْبَرِ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ إِلَى امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

Telah menceritakan kepada kami Al Humaidi Abdullah bin Az Zubair diaberkata: Telah menceritakan kepada kami Sufyan yang berkata: bahwa Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa’id Al Anshari berkata: telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Ibrahim At Taimi, bahwa dia pernah mendengar Al qamah bin Waqash Al Laitsi berkata: saya pernah mendengar Umar bin Al Khaththab diatas mimbar berkata: saya mendengar Rasulullahshallallahu ‘alaihiwasallam bersabda:”Semua perbuatan tergantung niatnya, dan (balasan) bagitiap-tiap orang (tergantung) apa yang diniatkan, Barangsiapa niat hijrahnya karena dunia yang ingin digapainya atau karena seorang perempuan yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah kepada apa dia di niatkan .” (ShahihBukhari : 1)

Fudhail bin ‘Iyadh menjelaskan bahwa yang paling baik amalnya adalah yang paling ikhlas dan paling benar amalnya sesuai sunnah.

Beliau berkata:

أخلصه وأصوبه . وقال : العمل لا يقبل حتى يكون خالصا صوابا ، الخالص : إذا كان لله ، والصواب : إذا كان على السنة

“(Maksud ayat adalah) Yang paling ikhlas dan paling benar amalnya, ia juga berkata: Amal tidak akan diterima sampai amal itu ikhlas dan benar. Ikhlas yaitu hanya untuk Allah. Benar yaitu jika sesuai dengan sunnah.” (lihatTafsir Al-Baghawi)

 

Setiap amal yang kita lakukan pastinya memiliki niat, dengan sadar ketika kita melakukan sesuatu perbuatan tentunya kita mempunyai niat yang menjadi tujuan sebagaimana yang dikatakan oleh Imam An-Nawawi rahimahumullah

النية القصد وهي عزمة القلب

Niat adalah tujuan, yaitu ketetapan hati. (Fathul-Bari 1 : 2)

Maka dari itu selayaknya ketika kita memiliki amal (pekerjaan) periksa kembali niat kita apakah kita berniat melakukan amalan tersebut karena Allah Azza Wa Jalla. Ataupun kita memiliki cita – cita maka periksalah kembali apakah cita-cita itu bias mengantarkan kepada keridhaan Allah atau tidak, dan tentunya semua itu diawali dengan niat ketika kita meniatkannya untuk mendapatkan pujian atau keridhaan dari Allah maka kita akan mendapatkan pahala dalam setiap amalan yang kita berusaha kerjakan untuk menggapai tujuan tersebut insyaa Allah.

Terkadang banyak dari kita hanya memperhatikan amalannya saja padahal niat dan amal itu saling berkesinambungan, ketika niat sudah benar namun ternyata amal tidak sesuai kaifiyat Rasulullah percuma, begitu juga ketika amalan sudah sesuai dengan kaifiyat namun niatnya bukan karena Allah Azza wa Jalla jadinya kacape-kacape. Maka dari itu kita harus memperhatikan keduanya.

“صلاح القلب بصلاح العمل، وصلاح العمل بصلاح النية”.

Dari Mutrif Ibn Abdullah :Selamatnya (benarnya) Hati dengan selamat (benarnya) amal, Selamatnya amal dengan selamatnya (benarnya) niat.

Dari perkataan ini kita menjadi tahu bahwa keduanya saling terhubung tidak boleh ada yang diabaikan. Maka dari itu sahabat – sahabat sekalian periksa kembali niat kita agar amalan yang kita kerjakan tidak sia-sia (kacape-cape).

Ibnul Mubarak berkata :

رب عمل صغير تعظمه النية، ورب عمل كبير تصغره النية

“Betapa banyak amalan yang kecil menjadi besar (pahalanya) karena sebab niat. Dan betapa banyak amalan yang besar menjadi kecil (pahalanya) karena sebab niat.” (Al-Jami’ Ulum wal Hikam)

 

Dari penjelasan Ibnu Al-Mubarak niat sangat berkontribusi besar terhadap amalan yang kita kerjakan, dimana dengan niat amalan itu menjadi besar atau sebaliknya amalan menjadi kecil. Maka amat disayangkan ketika kita sudah beramal, bekerja, dan sudah lelah tapi ternyata tidak lillah. Mari kita control hatikita agar selalu melakukan suatu amalan yang baik untuk mengharap pujian atau ridho dari Allah Azza wa Jalla, memang hati kita ini bolak-balik sifatnya

حدثنا سعيد بن منصور وقتيبة بن سعيد ومحمد بن عبيد الغبري واللفظ لسعيد قالوا حدثنا أبو عوانة عن قتادة عن زرارة بن أوفى عن أبي هريرة قال :قال رسول الله صلى الله عليه وسلم إن الله تجاوز لأمتي ما حدثت به أنفسها ما لم يتكلموا أو يعملوا به

Telah menceritakan kepada kami Sa’id bin Manshur dan Qutaibah bin Sa’id serta Muhammad bin Ubaid al-Ghubari dan lafazh tersebut milik Sa’id, mereka berkata: telah menceritakan kepada kami Abu Awanah dari Qatadah dari Zurarah bin Aufa dari Abu Hurairah dia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihiwasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah mengampuni untuk umatku atas sesuatu yang dia bicarakan dalam hatinya selama dia belum mengucapkannya atau mengerjakannya.”  (Shahih Muslim 181)

 

Berkata Sufyan Ats-Tsauri :

ما عالجت شيئا أشد علي من نيتي ؛ لأنها تتقلب علي

“ Tidaklah aku berusaha untuk mengobati sesuatu yang lebih berat dari pada meluruskan niatku, karena niat itu senantiasa berbolak-balik.” (Jami’ Al-‘ulumwalhikamhal. 18)

 

Maka dari itu kita terus meminta perlindungan kepada Allah Azza wa Jalla agar niat kita istiqamah hanya untuk mendapatkan ridho-Nya

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ

“Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.”

Semoga kita diberikan hati yang ikhlas oleh Allah Azza wa Jalla dan tetap istiqamah di jalan-Nya.

Be the first to comment

Tinggalkan Jejak