Kontroversi Modi dan Diskriminasi Umat Islam

diskriminasi umat islam di India

REBAHANDULU.COM–India memanas, kerusuhan yang terjadi akibat dari Undang-Undang Citizienship Amendement Bill (CAB). Kejadian ini terjadi setelah UU CAB diloloskan oleh Perdana Menteri Narendra Modi. Tentu saja UU CAB menjadi kontroversi di publik, khususnya warga India.

Dalam salah satu UU CAB berisi tentang kemungkinan para imigran ilegal dari Afganistan, Bangladesh dan Pakistan bisa mendapatkan kewarganegaraan, terkecuali mereka yang beragama Islam. Tentunya ini undang-undang yang sangat mendiskriminasikan umat Islam. Dalam UU ini, umat Islam India juga akan diwajibkan membuktikan kalau mereka memang warga negara India. Tidak menutup kemungkinan akan ada warga India yang beragama Islam kehilangan status kewarganegaraanya tanpa alasan. Semakin menjelaskan supremasi Hindu di India.

Undang-undang yang tidak masuk akal bukan? Kenapa negara malah seakan-akan mengenyahkan warga negaranya sendiri, bukankah negara bisa ada karena keberadaan warganya meskipun mereka berbeda agama. Seharusnya negara memberikan rasa aman tanpa perlu was-was dalam beragama.

Dengan penduduk 1,3 miliar dan mayoritas beragama Hindu yang mana hanya 15 persen saja beragama Islam. Sudah pasti karena UU CAB banyak yang bisa berlaku sewenang-wenang kepada umat Islam, umat Islam semakin tersudutkan oleh undang-undang ini.

Diskriminasi umat Islam menjadi pokok utama dalam kontroversi UU CAB. Umat Islam dihalangi dalam mencari kewarganegaraan. Hal ini serupa dengan yang terjadi di Amerika Serikat, dimana Presiden Amerika Serikat yaitu Donald Trump melarang umat Islam mencari suaka ke Amerika Serikat. Trump memberikan kebijakan jika imigran muslim tidak boleh masuk ke Amerika sebagai salah satu cara menangkal teroris masuk ke negara paman sam itu. Negara adidaya ini juga yang paling vokal tentang menyebarkan Islamofobia ke seluruh dunia.

Sejumlah artis bollywood juga memprotes undang-undang “anti Islam” ini, seperti Hrithik Roshan. Aktor ganteng ini menunjukkan bentuk solidaritas lewat cuitan di akun twitter pribadinya. Memang sudah selayaknya dan sepatutnya terutama warga India untuk bergerak memprotes UU CAB. Karena tidak menutup kemungkinan bisa memicu perang saudara.

Modi harus membuka mata tentang kerusuhan yang terjadi akhir-akhir ini karena UU CAB. Kesampingkan dulu agenda politik yang menimbulkan keresahan pada warga India. Padahal ada masalah yang lebih penting untuk diselesaikan bagi India khususnya untuk Modi selaku Perdana Menteri. Pemberantasan kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi masih menjadi hal yang harus segera ditangani India.

Di India umat Islam ditolak, di Amerika ditolak, pun yang terjadi di Myanmar dimana sampai terjadi eksodus suku Rohingya, Uighur mendapat perlakuan serupa di China–diskriminasi umat Islam. Semakin nampak jelas diskriminasi itu dilakukan oleh beberapa negara di dunia, lantas bagaimana jika para umat Islam yang mendapat perlakuan diskriminasi berkumpul dan terpusat di suatu tempat, menjadi kuat karena persatuan itu dan umat Islam bangkit. ALLAHUAKBAR