Malam Minggu Turun Hujan itu Berkah Wahai Kalian Para Bucin.

para bucin malam minggu hujan

“Ikut arus, atau melawan arus ? Untunglah ada pilihan ke tiga, menjadi manusia jomblo”

Malam minggu merupakan hari bahagia bagi para bucin, dimana mereka memepersiapkan jauh-jauh hari untuk menyambut malam “suci” ini. Percaya atau tidak kebanyakan para bucin sudah mempunyai rencana satu hari setelah malam minggu yang lalu. Yap benar, mereka sudah punya rencana pada hari minggu untuk mempersiapkan malam minggu selanjutnya. Sungguh visioner bukan ?

 

Dan ide liar nan brilian itu biasanya datang dari laki-laki. Dengan cekatan dan penuh intrik seperti biasanya cowok lebih mengerti apa yang harus di persiapkan untuk menjamu malam minggu bersama pasangannya, dengan harapan memuaskan kekasihnya karena telah mempersembahkan malam minggu yang romantis baginya, meskipun sesekali ada niatan dan harapan si cewek yang menjadi pasangannya itu akan curhat pada teman-temannya dan menceritakan bahwa lelakinya seseorang yang begitu romantis.

Benar-benar visioner…

 

Para bucin merayakan malam minggu dengan caranya masing-masing. Ada yang memilih makan malam di tempat romantis tapi GRATIS, ada juga yang mengajak pasangannya nonton film di bioskop atau di rumah kalo lagi bokek, dan ada juga yang memilih pergi ke markas jin dan setan. Tak jarang demi melepaskan hasrat rindu karena enam hari tak bercumbu markas jin pun mereka jarah tanpa rasa takut sekalipun. Kalian ini pernah mikir gak sih pas lagi gitu tiba-tiba kesurupan ? kan lucu pas mau mulai tiba-tiba ceweknya kerasukan terus bilang “Sia saha wawanian ngaganggu daerah kekuasaan aing?” TRING… tiba-tiba cowok nya berubah jadi tukang rukiyah. Visioner gituloh hahahaha…

 

Kendati demikian perjalanan para bucin di malam minggu tidak selamanya negatif, bahkan diantaranya ada yang positif, mereka lebih memilih merayakan malam minggu bersama pasangannya dengan cara sharing, diskusi, bedah buku di kosan, gelap-gelapan, pintunya di kunci hmmmm. Gak bermaksud nyindir mahasiswa tingkat akhir loh ya, karena saya tau kalian sedang nungging gara-gara skripsi belum beres.

 

Namun ide brilian dan rencana yang begitu matang seakan-akan ambyaaarrr ketika turun hujan. Dan dengan gobloknya mereka bilang “ Sialan.. doa para jomblo terkabul”. Asem dan disini lah awal mula keresahan saya pada para bucin bermula.

 

Ketika hujan terjadi pada malam minggu, seorang lelaki yang visioner pun akan tiba-tiba di penuhi amarah dan merasa kehilangan akal, kesal pula karena rencana yang dia buat gagal seketika dan rencana ngapel jalan-jalan malam pun menjadi ambyar. Terlebih lagi mereka yang mempunyai niatan tidak baik tentunya akan merasa heneug sejadi-jadinya.

 

Oleh karenanya tidak jarang mereka mengungkapkan kekesalannya pada media sosial, biasanya lewat status medsos. Tak lain dan tak bukan pastilah kontennya menyalahkan para jomblo karena menurutnya kami para jomblo yang telah berdoa diturunkannya hujan pada malam minggu.

 

Dan asemnya lagi bukannya memberikan nasihat pada si cowok karena cara berpikirnya salah, si ceweknya malah ikut-ikutan ngomen “yang sabar ya sayang, biarin aja sekali-kali para jomblo bahagia di malam minggu kita” kan…. dungu 3000 tuh !!

 

Saya mewakili kaum jomblo yang berprinsif “Ikut arus atau melawan arus? untunglah ada pilihan ketiga, yakni menjadi manusia jomblo” merasa tidak terima dengan kesewenang-wenangan para bucin yang kalo tiap turun hujan menunjuk para jomblo sebagai biang keladinya.

 

Kalian pernah bayangin gak sih kalo ada di posisi kami? Cobalah untuk sekali saja berbaik hati pada kami, sebelum hujan turun di malam minggu dan menghancurkan segala rencana kalian pun kami-kami ini para jomblo senan tiasa merasa terdzolimi dengan sekumpulan update-an kalian di story whats up dan instastory yang dikit-dikit posting kebersamaan dengan pasangan. Please lah.. kami juga manusia yang satu spesies dengan kalian, bahkan kami para jomblo selalu ada untuk kalian para bucin saat kalian gak punya modal buat ngapel.

Oleh karenanya, janganlah saat turun hujan kalian mendzolimi kami kesekian kalinya lagi dan lagi.

 

Lagi pula kami para jomblo pun sama punya kegiatan dan aktivitas di malam minggu, Cuma bedanya kalian berinteraksi dengan pasangan kalian dan kami berinteraksi dengan golongan kami juga, yakni para jomblo bermartabat.

Tentunya kami juga akan merasa kecewa dan sedikit kesal bila malam minggu turun hujan lalu kami gagal untuk berkumpul dan istigosah meminta hujan.. Eh berkumpul untuk mengerjakan proyek ataupun bercengkrama maksudnya hehe.

 

Oleh karenanya berhentilah berpiki tidak masuk akal dengan menuduh para jomblo sebagai biang keladi turunnya hujan pada malam minggu. Saya kira kalian para bucin di tengah emosi dan kekesalan, kalian tetap yakin dan sadar bahwa hujan itu merupakan rahmat dari Tuhan semesta alam bagi seluruh umat manusia yang wajib kita syukuri, meskipun ada beberapa umat jomblo diantara yang kecipratan rahmat dari sang maha kuasa.

Tetapi  tidak apa-apalah… kan hidup ini juga harus sesuai dengan sila ke- 2 pancasila, yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia.

1 Komentar

Tinggalkan Jejak