No Hijab day ; Kampanye Aneh Bin Ajaib!

no hijab day ?

Setelah boomingnya peringatan hari hijab atau jilbab sedunia “ world hijab day” yang akan dikampanyekan sekarang tanggal 1 Februari sebagai bentuk solidaritas atas diskriminasi terhadap wanita-wanita berhijab diberbagai belahan dunia, mulai dari kesahariannya sampai pada urusan mendapatkan kerja yang terus menerus mendapatkan perlakuan yang tidak adil. Sekaligus menunjukan pada dunia bahwa mereka berani untuk teguh di jalan yang benar yakni memakai hijab atau jilbab.

 

Namun anehnya kini muncul gerakan tandingan yaitu hari melepaskan hijab “no hijab day” yang ramai di perbincangkan di twitter. Gerakan ini merupakan kelanjutan dari gerakan gerakan sebelumnya dimana mencuat ketika pada tahun 2014 wanita asal Iran yang bernama Yasmin Mohammed mengunggah videonya dengan adegan melepaskan kerudung kemudian membakarnya.

 

Yasmin melakukannya sebagai bentuk protes atas pemerintah Iran yang mewajibkan wanita harus memakai hijab. Ia menilai bahwa dengan adanya kebijakan tersebut pemerintah telah mendiskriminasi kebabasan perempuan untuk berekspresi sesuai keinginannya.

 

Aksi Yasmin tersebut memberikan dampak tak terkecuali terhadap sebagian kelompok  di Indonesia yang mengatas namakan “Hijrah Indonesia”. Seperti yang dilansir  My shareing.com Mereka akan  mengadakan kampanye yang bernama “No Hijab Day” pada tanggal 1 Februari sama halnya dengan gerakan “world hijab day”.

 

Dimana kampanye “no hijab day”  tersebut akan diadakan syaembara “hari tak berjilbab” yang mengajak wanita untuk membuka kepalanya dan berbusana dengan nuansa Indonesia kemudian berfoto lalu di post di semua media sosial. Selanjutnya akan dipilih tiga orang pemenang terbaik versi kelompok tersebut.

 

Kebetulan atau tidak yang jelas kampanye “no hijab day” merupakan gerakan tandingan dari kampanye “world hijab day” yang begitu banyak mendapatkan respon positif dari wanita wanita di seluruh dunia terutama wanita muslimah.

Oleh karenanya “no hijab day” ini merupakan hal yang aneh dan mengeda-ada bagi saya apalagi kelompok penggeraknya mengatasnamakan hijrah indonesia.

 

Aneh bin ajaib komunitas hijrah tapi malah menjerumuskan.

Hijrah yang saya pahami ialah berpindah tempat, maksudnya meninggalkan  segala jenis kejelekan dan keburukan untuk melangkah maju pada kebaikan. Dengan mengkampanyekan hari anti hijab atau jilbab saya pikir telah bertolak belakang dengan nama kelompok tersebut.

 

Belakangan ini sedang maraknya fenomena hijrah di kalangan anak muda dimana sebagian wanita yang tadinya tidak mengenakan hijab sekarang meyakinkan diri untuk memilih berhijab ataupun yang tadinya telah berhijab selangkah demi selangkah mulai lebih memperbaiki diri lagi dalam segi akhlak atau prilakunya. Jelas ini merupakan sebuah kemajuan.

 

Karena itu hargailah mereka mereka yang telah berusaha keluar dari kehidupan kelam masa lalunya untuk lebih memperbaiki diri kedepannya. Jangan malah diprovokasi untuk kembali melepaskan hijabnya dengan alasan budaya atau segala macamnya. Dan berhentilah membenturkan budaya dengan agama karena sudah jelas hal yang paling melekat pada diri seseorang sejak lahir itu ialah agama bukan budaya.

 

Aneh bin ajaib yang kedua, kampanye anti hijab tapi cuma kepala yang di buka.

Hijab atau jilbab itu dimaksudkan untuk menutupi seluruh anggota tubuh wanita yang menjadi aurat. Dimana telah disepakati bahwa aurat perempuan itu seluruh tubuhnya kecuali muka dan kedua telapak tangan. Berarti kampanye anti hijab harusnya kampanye untuk tidak menutupi seluruh anggota tubuh wanita, bukan malah dipersempit bagian kepalanya saja.  Harusnya begitukan? Jangan menyesatkan maksud dan tujuan hijab itu sendiri.

 

Entah dengan landasan apa atau berbeda pemahan tentang batasan aurat yang jelas kampanye tersebut sangat mengada-ada.  Apapun maksudnya jika kalian mengatasnamakan kelompik hijrah maka haruslah mempunya kegiatan yang mengarah kepada hal positif. Jangan merusak citra hijrah dari apa yang telah terbentuk sampai saat ini. Namun jika masih bersikukuh mengkampanyekan no hjiab day, saya rasa mulailah mencari lagi nama yang lain tentunya sesuai dengan arah gerakannya.

 

Lagi pula jika kampanye “no hijab day” terlaksana sungguh sangat disayangkan menurut saya pribadi, karena nyatanya mereka wanita wanita yang menjadi minoritas di negara negara Islam menggaungkan gerakan “world hijab day” tetapi di negara +62 yang mendapat predikat “Biggest Muslim Country” se-dunia, malah membuat gerakan atau kampanye “no hijab day” .

Sungguh sebuah kedunguan yang hakiki…