Panggil saja Mawar

panggil saja mawar

Anggun rupamu menutupi kesedihan,

Sinar wajah memancarkan kekuatan,

Terlihat tegar walau hati tak kuat menahan,

Remuk jantung membuat nafas terasa pelan.

 

Inikah wanita sungguhan,

Seperti kartini yang sering mereka ceritakan,

Untung saja kau bukan melawan ketidak adilan,

Lebih dari itu dirimu sendiri kau lawan.

 

Sudahlah mawar jangan patuhi kehendaknya,

Seperti wanita lain kau juga harus berjaya,

Tak perlu kau risau kan dosa berpaling padanya,

Rawatlah hidupmu sendiri meski tanpa jaminannya,

Ingatlah mawar, sekali khawatir besok kau tak bisa makan maka kau mungkir kepadaNya.

 

Menikah dengannya hanya memperpanjang kesengsaraan,

Eros mu tidak akan berkembang dan menciptakan peradaban,

Dirinya hanya bisa memenuhi keseharianmu tanpa mampu membuat kelegaan di hatimu,

Berhentilah di persimpangan depan,

Dan mulailah mengambil jalan kebenaran.

 

Untukmu, yang ku panggil Mawar.

Be the first to comment

Tinggalkan Jejak